Segera Hadir, Berapa Harga PS5?

PlayStation 5 siap masuk pasar game console Indonesia dalam waktu dekat usai direstui Kemenkominfo melalui e-Sertifikasi milik Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI).

Ada dua varian PS5 yang mendapatkan sertifikasi postel, yaitu PS5 model CFI-1018A dan CFI-1018B yang merupakan versi regular dan digital.

Sony mulai menjual PlayStation 5 dan menjanjikan pengiriman ke konsumen mulai 12 November 2020.

Sistem jual yang dilakukan perusahaan, yaitu dengan pre-order mulai US$500 atau Rp7,4 juta (kurs Rp14.816) untuk versi yang dilengkapi Blu-ray atau US$400 atau Rp5,9 juta untuk PS5 versi Digital Edition mengutip CNET, Kamis (17/9). Varian 4K Blu-ray tampak jauh lebih tipis dibanding satu varian lainnya sebab perusahaan tidak menyematkan drive (hard disk). Karena tidak didukung oleh drive, maka varian Digital Edition dibanderol lebih murah.

Kabar tersebut memberikan kepastian kepada konsumen yang hendak memiliki PS5 setelah sebelumnya Sony tampak tidak pasti terkait kehadiran gim konsol tersebut.

Selain harga konsol dan tanggal rilis, Sony juga merinci harga pengontrol nirkabel DualSense senilai U$70 atau Rp1 juta dan headset nirkabel Pulse 3D senilai US$100 atau Rp1,5 juta.

Melansir Market Watch, PS5 untuk pertama kali akan diluncurkan di Amerika Serikat, Jepang, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan pada 12 November, dan untuk pasar global sepekan kemudian.

Seperti PS5, Microsoft diketahui juga akan meluncurkan pesaingnya, yaitu Xbox Series X yang dihargai US$500 atau Rp7,4 juta pada 10 November 2020. Sedangkan Xbox Series S yang diluncurkan di waktu yang bersamaan akan dibanderol US$300 atau Rp4,4 juta.

Sama seperti saingannya, Xbox Series X, PS5 ditempatkan secara vertikal. Pada bagian bodi atas, Sony menempatkan ventilasi khusus yang berfungsi untuk pembuangan panas, berdampingan dengan USB-A dan USB-C.

Selain itu, Sony juga membuat beberapa aksesori khusus untuk PS5 seperti DualSense, kamera dengan resolusi HD, headset nirkabel Pulse 3D, dan sebuah remote.

Terkait salah satu aksesori PS5 yakni DualSense, seperti pengontrol DualShock, D-pad dan tombol akan tetap berada di bagian atas pengontrol, sementara dua stik analognya ada di bagian bawah.

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201103115428-185-565274/dapat-lampu-hijau-playstation-5-siap-dijual-di-indonesia

Kuliah Online Bikin Stres? Ini Solusinya

Halo, teman-teman semua!

Sampai sekarang penyebaran virus Covid-19 belum juga usai. Hampir seluruh wilayah Indonesia terpapar virus Covid-19 ini. Hal itu tentunya juga berdampak pada kegiatan belajar mahasiswa. Di mana awalnya pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung, sekarang beralih ke tatap muka secara online.

Tentunya seiring berjalannya waktu muncul keluhan-keluhan yang didapati mahasiswa, seperti, minimnya akes internet, mahalnya harga kuota internet, hingga banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen.

Setiap hari hanya layar laptop dan handphone yang ditatap untuk mengerjakan tugas kuliah. Tugas pun terasa lebih berat dan terlalu banyak dari biasanya. Rangkaian rutinitas ini yang terus-menerus dilakukan membuat mahasiswa menjadi stres dan tertekan.

Stres tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Dikutip dari laman kompasiana, beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menghadapi stres akibat kuliah online, yaitu:

1. Tidur yang cukup dan mandi sebelum melakukan aktivitas

Sumber: google.com

Banyaknya aktivitas yang dilakukan dari rumah membuat kebanyakan orang berpikir bahwa mereka bisa bangun lebih siang  sehingga malas mandi. Bangun lebih siang dan tidak mandi selama seharian membuat badan justru tidak fresh, tidak segar, dan akhirnya akan mempengaruhi emosi serta daya konsentrasi. Oleh karena itu, lakukanlah aktivitas seperti biasa dengan tidur yang cukup dan mandi agar tubuh lebih segar sebelum melakukan aktivitas.

2. Olahraga

Sumber: unsplash.com

Terlalu banyak menatap layar laptop dan handphone membuat badan tidak bergerak, kepala dan mata tegang sehingga membuat tubuh terasa lelah. Ada baiknya sebelum melakukan aktivitas, lakukanlah olahraga ringan sekitar 30 menit untuk me-rileks kan tubuh. Bisa dengan melakukan sit up, push up, squat, lompat tali, dan olahraga ringan lainnya yang bisa dilakukan di rumah.

3. Melakukan hal-hal yang disukai

Sumber: unsplash.com

Menumpuknya tugas yang harus dikerjakan tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi otak juga merasa lelah karena terus diperas dan dipaksa untuk berpikir. Karenanya, kerapkali kita merasakan jenuh dan bosan. Ada baiknya berikan kesempatan otak untuk beristirahat. Dimulai dengan melakukan hal-hal kecil yang kita sukai, termasuk melakukan hobi. Misalnya, seperti membaca buku, meditasi, yoga, memasak, menonton video tutorial, dan mendengarkan musik.

4. Melakukan dan menjaga komunikasi ke lingkungan sekitar

Sumber: unsplash.com

Dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk bertemu teman secara langsung seperti sekarang ini, kita masih bisa melakukan komunikasi melalui media WhatsApp, Zoom, dan Skype dengan cara Videocall . Menjalin hubungan dan komunikasi ke lingkungan sekitar sangat penting agar tetap terjaga kesehatan mental dan emosinya. Nyata bahwa setiap orang memang membutuhkan kehadiran orang lain untuk melepas stres meski secara virtual.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghadapi stres dan tekanan selama kuliah online berlangsung. Semoga bermanfaat!

Sumber:

https://genta.fkip.unja.ac.id/2020/05/02/tips-hadapi-stres-saat-jalani-kuliah-online/

Tips Menghadapi UAS

Halo, teman-teman JPTEI!

Sebentar lagi kita akan menghadapi UAS, nih. UAS kali ini berbeda dengan biasanya karena dilakukan secara daring mengingat adanya pandemi Covid-19 yang masih belum juga berakhir. Nah, berikut ini ada sedikit tips untuk menghadapi UAS agar perjalanan UAS menjadi lancar.

1. Belajar

Hal pertama yang pastinya dilakukan, yaitu belajar. Jangan sampai gunakan sistem kebut semalam. Solusinya, yaitu bisa dilakukan dengan mengulas kembali materi-materi yang akan diujikan jauh-jauh hari sebelum waktunya UAS tiba.

2. Buat manajemen waktu

Jika ingin belajarnya kondusif, sebisa mungkin kita mempunyai manajemen waktu yang baik. Kita harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain medsos, dan kegiatan lainnya. Selesaikan terlebih dahulu tugas dan agenda sebelum UAS berlangsung agar tidak mengganggu waktu ujian. Dan juga, buatlah time scedhule belajar supaya bisa membagi waktu saat belajar antar mata kuliah yang berbeda.

3. Tentukan cara belajarmu

Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Pilihlah metode belajar yang tepat supaya bisa menguasai materi yang akan diujikan. Kita bisa gunakan metode verbal, audio, atau media lain yang dapat membantu proses belajar. Pilih tempat yang membuat kita nyaman saat belajar supaya lebih fokus dalam memahami materi.

4. Membuat catatan kecil

Walaupun UAS dilakukan secara daring, catatan kecil ini bukan untuk mencontek lho ya, melainkan untuk mengingat lebih mudah materi khususnya dari kisi-kisi yang dosen berikan. Biasanya akan lebih mudah mengingatnya apalagi dengan sistem rewrite, setidaknya kita akan mengingat poin-poin tulisan yang kita tulis sendiri.

5. Membuat mind-mapping

Mind-Mapping akan membantu kita untuk lebih memahami alur materi yang sedang kita pelajari. Kita bisa membuatnya semenarik mungkin agar mudah dipahami dengan gaya bahasa sendiri. Tidak jarang cara seperti ini dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Akhir Semester.

6. Perbanyak latihan soal

Tidak hanya materi saja yang bisa dipelajari, sering latihan menjawab soal dari beberapa referensi perlu juga dilakukan. Bukan tidak mungkin jika soal yang keluar tahun lalu bisa keluar di tahun ini. Kita bisa tanyakan referensinya melalui kakak tingkat, bagaimana tipe soal yang biasanya dibuat oleh dosen yang bersangkutan.

7. Jaga kesehatan

Jika semua usaha sudah dilakukan mulai dari belajar hingga rutin mengerjakan latihan soal, tetapi kondisi kesehatan tidak dijaga akan tidak adil bagi kita sendiri. Jangan sampai badan kita terforsir kegiatan-kegiatan berat yang mengakibatkan drop. Terlebih lagi dalam keadaan saat pandemi Covid-19 ini, makanlah makanan yang bergizi, rutin olahraga ringan yang bisa dilakukan di dalam rumah agar badan tetap sehat sehingga dapat menjalankan UAS dengan lancar.

8. Berdoa

Terakhir, inilah yang paling penting dari semua yang sudah kita lakukan. Setelah semuanya dipersiapkan dengan baik, jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kelancaran saat mengerjakan UAS dan diberi hasil maksimal. Jangan lupa meminta restu orang tua agar hati kita lebih tenang.

Nah, itu tadi sedikit tips untuk menghadapi UAS. Dalam kondisi yang sekarang ini, tetap jaga kesehatan, ya teman-teman supaya dapat mengikuti UAS daring dengan lancar.

Sumber:

https://mamikos.com/info/8-tips-sukses-hadapi-uas-untuk-mahasiswa/

3 Tips Menjaga Keamanan dan Privasi di Internet

Halo, teman-teman JPTEI!

Belakangan ini kita banyak mendengar berita mengenai maraknya pencurian data yang di internet. Pertama ada Zoom, aplikasi yang banyak digunakan orang dalam melakukan video call conference dikabarkan mengalami pencurian data.

Tak lama setelah itu, menyusul dari marketplace ternama Indonesia, yaitu Tokopedia yang belakangan diketahui mengalami pencurian data sebanyak 91 juta akun. Hal ini tentunya membuktikan bahwa ternyata meletakkan data di internet bisa menjadi sangat tidak aman.

Lalu, bagaimana supaya data kita aman dan terhindar dari hacker? Langsung saja, simak beberapa tips berikut ini, ya!

1. Membatasi pembagian informasi pribadi di media sosial

Kebanyakan dari kita biasanya suka untuk membagikan segala sesuatunya di media sosial, entah itu aktivitas sehari-hari, acara yang kita datangi, makanan yang kita makan bahkan hingga nomor telepon yang merupakan privasi seseorang. Nah, kita harus belajar untuk membatasi apa yang dibagikan di media sosial. Tidak semua harus di-publish ke media sosial, ya. Kita tentu tahu bahwa tidak semua orang yang kita kenal di internet itu baik untuk kita, bisa jadi mereka adalah hacker yang ingin mencuri data-data kita dan menyalahgunakannya.

2. Memasang antivirus di komputer

Memasang antivirus di komputer juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengamankan data pribadi. Mengingat biasanya di komputer terdapat banyak data yang tentunya penting dan rahasia. Meng-install antivirus dapat menghalangi usaha para hacker yang biasanya memasukkan malware atau virus yang nantinya bisa menjadi jalan bagi mereka untuk meng-hack laptop atau komputer kita.

3. Jangan klik sembarangan

Di masa sekarang, tak jarang dari kita banyak menerima berbagai link atau tautan, baik dari chat, sms, dan lainnya. Kita harus berhati-hati terhadap link seperti itu, ya. Jangan cepat percaya, terutama jika isinya mengatakan bisa menukar voucher, mendapatkan hadiah menarik padahal kita tidak pernah ikut lomba apapun sebelumnya. Link tersebut bisa jadi merupakan phising, di mana phising ini banyak digunakan oleh para hacker untuk menyadap data kita. Cara kerjanya, yaitu ketika kita mengklik link tersebut, maka para hacker memiliki kesempatan untuk menyusup di handphone kita. Ketika hacker sudah berhasil menyusup maka mereka bisa mengambil data apapun yang ada di handphone kita, mulai dari data personal hingga nomor rekening dan akun bank juga bisa disadap.

Sumber:

https://kumparan.com/karjaid/3-tips-menjaga-keamanan-dan-privasi-di-internet-1tONkpgJJip/full

Strategi Tanpa Lockdown, Kok Bisa?

Halo, teman-teman JPTEI!

Masih seputar corona yang membuat negara-negara di dunia memberlakukan kebijakan untuk masyarakatnya. Salah satunya, Korea Selatan yang mana berhasil menangani wabah virus corona. Pasalnya, mencatatkan sejak puncak wabah Covid-19 pada akhir Februari, hanya melaporkan 47 kasus baru dan juga tidak adanya kematian akibat virus corona pada masyarakat berusia di bawah 29 tahun.

Dalam webinar yang diadakan oleh School of Government & Public Policy Indonesia, Senin (6/4/2020); Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, memaparkan rahasia Korea Selatan dalam menangani wabah virus corona tanpa melakukan lockdown maupun pembatasan transportasi, bahkan di kota Daegu sekalipun. Dia berkata bahwa poin utama cara kerja pemerintah Korea Selatan dalam melawan Covid-19 bisa disingkat menjadi TRUST, yakni transparency (transparansi), robust screening and quarantine (skrining dan karantina yang kuat), universally applicable testing (tes yang universal), strict control (kontrol yang ketat) dan treatment (perawatan).

Nah, terkait pendekatan yang kemudian diterapkan untuk menangkal virus corona, Kim berkata bahwa semuanya bisa diringkas menjadi empat strategi berikut.

1. Pengetesan yang agresif

“Inilah inti dari pertarungan kami. Kami (Korea Selatan) bisa mengetes hingga 20.000 kasus per hari. Pada akhir Maret, kami telah melakukan 466.000 tes,” ujarnya. Luar biasanya, Korea Selatan hanya menggunakan PCR dengan sampel yang diambil secara swab, bukan rapid test seperti di Indonesia karena PCR dinilai jauh lebih akurat dalam mengidentifikasikan infeksi. Untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan tes PCR, Korea Selatan mengadakan pengetesan drive through di mana seseorang diambil sampelnya dalam keadaan masih di dalam mobil. Seluruh proses pengambilan sampel secara drive through hanya butuh waktu kurang dari 10 menit. Keunggulan lainnya dari tes drive through adalah lokasinya tidak perlu didisinfeksi setiap saat.

2. Pelacakan yang menyeluruh dan sigap

Dalam melakukan pelacakan kontak, Korea Selatan mengandalkan teknologi, seperti sejarah transaksi kartu kredit, rekaman CCTV, aplikasi, dan GPS. Informasi yang relevan, seperti riwayat perjalanan orang yang terinfeksi, kemudian dibuka ke publik lewat pengumuman via pesan singkat, aplikasi dan secara online agar orang yang berkontak bisa menjalani pengetesan.

3. Perawatan pasien

Kim berkata bahwa pemerintah Korea Selatan menyadari bahwa pasien Covid-19 bisa tidak bergejala (asimptomatik). Oleh sebab itu, deteksi dini dan perawatan intensif  seawal mungkin menjadi kunci penting dalam upaya penanganan wabah. Setelah terdeteksi, pasien dibagi menjadi empat tergantung gejalanya: ringan, menengah, dan sangat parah. Pasien dengan gejala ringan diakomodasi di 139 pusat perawatan yang mirip asrama, sementara pasien bergejala menengah ke atas dirawat di 69 rumah sakit khusus Covid-19.

4. Melibatkan publik secara aktif

Kim berkata bahwa transparansi pemerintah dan kepercayaan publik yang tinggi sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan, seperti social distancing. Jika masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap pemerintah, maka mereka akan mau bersikap bertanggung jawab dan rasional untuk kebaikan bersama. Intinya, kata Kim, semakin transparan pemerintah, semakin tinggi kepercayaan publik. “Sejak hari pertama, masyarakat Korea Selatan telah menunjukkan tanggung jawab sipil yang luar biasa. Mungkin ini karena keterbukaan, transparansi informasi, dan kecepatan perilisan data oleh pemerintah. Hal-hal ini membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kim menyadari bahwa model penanganan yang dilakukan di Korea Selatan tidak bisa diduplikasi begitu saja di Indonesia. Pasalnya, selain kondisi geografis dan populasi yang berbeda, Korea Selatan telah bersiap menghadapi wabah ini bahkan sejak tahun 2015 ketika mereka dilanda wabah MERS yang membunuh 38 orang. Pada saat itu, pemerintah Korea Selatan dikritik karena respons yang lambat. Belajar dari pengalaman tersebut, pemerintah Korea Selatan pun berbenah dan hasilnya adalah respons cepat dan efektif seperti yang kita lihat hari ini. Untuk Indonesia, Kim berkata bahwa hal-hal yang bisa ditingkatkan adalah transparansi data mengenai lokasi pasien dan kapasitas pengetesan. Selain itu, masalah lain yang harus segera ditangani adalah bagaimana meningkatkan kesadaran dan ketaatan publik dalam melaksanakan social distancing.

Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/06/193300423/tanpa-lockdown-apa-rahasia-korea-selatan-sukses-tangani-corona-

Ramadan Tips: Aman Berpuasa dan Ibadah saat Pandemi Covid-19

Halo, teman-teman JPTEI!

Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia. Pemerintah berupaya mengatasinya dengan menerapkan kebijakan PSBB di mana segala aktivitas sosial harus diminimalkan. Hal itu tentunya berdampak pada kegiatan di bulan Ramadan yang biasanya melaksanakan ibadah salat Tarawih di masjid kini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bersama keluarga di rumah masing-masing.

Dengan banyaknya informasi terkait pandemi Covid-19, maka rumor yang mengiringinya semakin banyak sehingga banyak pihak yang bertanya-tanya, amankah berpuasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19? Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan bahwa menjalankan puasa Ramadan juga dapat membentuk benteng dari paparan Covid-19.

“Dengan kita berpuasa yang benar, akan melahirkan imunitas tubuh dan mencegah paparan Covid-19.”

Sementara itu, spesialis penyakit dalam, Iris Rengganis menjelaskan bahwa puasa Ramadan aman dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dan individu yang menjalankannya bisa tetap sehat apabila mematuhi aturan PSBB dengan tetap beraktivitas di rumah.

Beberapa minggu menjelang Ramadan, pihak Kemenag RI telah memberikan imbauan kepada umat Islam untuk tidak menggelar buka puasa bersama, salat Tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, kemudian Nuzulul Qur’an juga ditiadakan, begitu juga tadarus di masjid akan ditiadakan, berdasarkan  imbauan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin melalui keterangan pers daring, Jumat(10/4/2020).

Pihaknya juga berharap selama bulan Ramadan, umat Islam di Indonesia tetap menjaga pembatasan sosial secara fisik guna memerangi pandemi Covid-19 dengan cara mencegah penyebarannya.

Sumber: https://www.liputan6.com/health/read/4236340/headline-ramadan-di-tengah-pandemi-corona-bagaimana-panduan-aman-puasa-dan-ibadah#

Apa Itu Zoombombing?

Halo, teman-teman JPTEI!

Dalam kondisi yang sekarang ini, dengan adanya penerapan kebijakan social-distancing, maka hampir semua kegiatan berubah menjadi online. Sejumlah aplikasi pun menjadi sangat berguna untuk menunjang kebijakan social-distancing, yaitu salah satunya Zoom. Adanya fitur yang ada di aplikasi Zoom, seperti video call yang mudah digunakan menjadikan aplikasi ini ramai digunakan, baik untuk belajar online, maupun untuk meeting urusan pekerjaan.

Dalam laporan yang dimuat Business Insider, dikabarkan hingga Maret 2020, Zoom telah memiliki 200 juta pengguna yang meningkat tajam dari 10 juta pengguna di Desember 2019. Namun, baru-baru ini dikabarkan Zoom mengalami sejumlah kendala dan kelemahan. Sejumlah pihak melaporkan adanya “Zoombombing” atau pembajakan di mana di tengah video call disusupi tamu tak diundang yang kemudian menyebar kata-kata tak senonoh dan atau gambar pornografi. Lho, kok bisa? Simak 7 hal berikut ini yang perlu kita ketahui tentang Zoom dan risiko bahaya Zoombombing yang menyertainya.

1. Apa Itu Zoombombing?

Zoombombing atau pembajakan di mana di tengah video call disusupi tamu tak diundang yang kemudian menyebar kata-kata tak senonoh dan atau gambar pornografi. Mengutip laporan The New York Times, beberapa orang mengalami Zoombombing dan terpaksa membatalkan video conference mereka yang sedang berlangsung. Beberapa pihak lain juga membatalkan kegiatannya karena adanya Zoombombing. Dengan alasan keamanan, dikabarkan Zoom pundilarang digunakan di Jerman dan Taiwan.

2. Kenapa Bisa Terjadi?

Zoombombing” memungkinkan terjadi karena dalam pengaturan Zoom memberi kesempatan pada pesertanya untuk membagi layar mereka tanpa izin dari yang menjadi ‘hostmeeting. Siapa pun yang mempunyai link ke pertemuan tersebut dapat bergabung dan link-link tersebut sangat mudah didapat terlebih lagi jika ada yang membagikannya di media sosial.

3. Bagaimana Agar Tak Dibajak?

Dikutip dari The New York Times, jurubicara Zoom Video Communications dalam pernyataannya, mengungkapkan kekecewaan akan serangan yang dialami banyak orang. Ia menyarankan bagi yang menggelar conference call dalam skala besar, seperti grup meeting, host dapat mengubah pengaturan menjadi hanya mereka yang bisa membagi layar. Sementara, untuk yang melakukan private meeting, dianjurkan untuk melakukan proteksi password di pengaturan dan pengguna terus melakukan proteksi untuk mencegah ‘tamu yang tak diundang’ bergabung. Zoom dikabarkan telah melakukan update aplikasinya sehingga tidak dapat lagi menampilkan ID rapat di bagian atas alar. Hal tersebut diharapkan dapat melindungi peserta rapat agar tidak dibajak di tengah meeting. Ada juga fitur Waiting Room di mana untuk peserta meeting ditentukan oleh host.

4. Persoalan Keamanan dan Privacy

Dalam laporan berbagai media teknologi, Zoom dinilai juga bermasalah dengan keamanan dan penyalahgunaan data pribadi para pengguna akun. Mengutip dari laporan Forbes yang beranjak dari organisasi Consumer Reports, menyebutkan adanya tudingan data pribadi saat pembuatan akun tersebut diberikan ke Facebook dan pihak ketiga dalam hal ini periklanan. Laporan lain juga menyebutkan aplikasi juga mengekspos alamat mail pengguna ke orang lain.

5. Bagaimana dengan Persoalan Data?

Ini juga menjadi kekhawatiran banyak pihak. Beberapa data pribadi yang di-share di dalamnya bisa jadi berisiko, dimiliki atau berpotensi tersebar. Hal tersebut dirasa juga cukup mengganggu. Terlebih lagi, Zoom pun bisa memberi akses terhadap rekaman pengenalan wajah, gestur tubuh, dan aktivitas pengguna kala berpindah ke jendela lain sembari video call berlangsung.

6. Lalu, Bagaimana Menyiasatinya?

Dari berbagai pernyataan dan pertimbangan di atas, maka dianjurkan ketika menggunakan Zoom untuk video call, usahakan kamera dan mikrofon dimatikan saat tidak berbicara. Jika kamera mesti dihidupkan maka dianjurkan punya latar khusus saat melakukan video call, sehingga host tidak bisa melihat seisi rumah. Selain itu, demi privacy lebih aman, saat mendaftarkan diri, buatlah dengan alamat email yang unik khusus untuk aplikasi Zoom guna menghindari kemungkinan penyalahgunaan data.

7. Adakah Aplikasi Alternatif Lain?

Berbagai masalah dan kendala yang dihadapi Zoom saat ini membuat banyak pihak melarang penggunaan Zoom termasuk New York City Departement of Education yang mengalihkan para guru untuk menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Sejumlah orang juga beralih ke aplikasi Google Meet and Hangout untuk kebutuhan video call yang aman tanpa gangguan.

Nah, dari berbagai pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa jika pengguna tetap meragukan keberadaan Zoom, maka dapat beralih ke aplikasi lain yang lebih aman saat digunakan. Hal yang patut dipahami bahwa tidak semua teknologi itu aman. Zoom mestinya terbuka dan meningkatkan keamanannya untuk dapat kembali mendapatkan kepercayaan dari publik.

Sumber: https://www.herworld.co.id/article/2020/4/13509-Hati-hati-Zoombombing-dan-7-Fakta-Seputar-Aplikasi-Zoom

Cara Menjaga Sistem Imun Tubuh saat Puasa di Tengah Pandemi Corona

Halo, teman-teman JPTEI!

Sebentar lagi, kita akan melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Dalam kondisi sekarang ini terlebih karena adanya pandemi Corona sedangkan kita berkewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadan membuat kita harus menjaga kesehatan terutama sistem imun tubuh. Nah, lalu bagaimana cara kita untuk menjaga sistem imun tubuh agar tetap sehat? Penasaran, kan? Simak beberapa tips berikut ini.

1. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah

Penelitian mengungkap bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi sayur dan buah dapat terhindar dari penyakit, seperti flu, demam, dan cenderung memiliki sistem imun yang lebih kuat. Oleh karena itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap sehat.

2. Olahraga Seimbang

Dalam kondisi sekarang ini, walaupun di dalam rumah kita tetap bisa melakukan olahraga. Lakukan selama 30-60 menit karena olahraga sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Bisa dengan melakukan gerakan lari di tempat, melompat, squat, dan sebagainya sebagai pemanasan. Selanjutnya, kita bisa membuka platform video, seperti YouTube untuk meniru gerakan aerobik dan yang lainnya.

3. Manajemen Stres

Stres yang berlebihan sangat tidak baik untuk kesehatan karena dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang nantinya berujung menimbulkan penyakit. Oleh karenanya, usahakan jangan terlalu stres dalam menghadapi kondisi seperti sekarang ini. Terlebih lagi, puasa tahun ini mungkin dirasa lebih berat dibandingkan puasa-puasa tahun lalu karena adanya penyebaran virus Corona yang semakin masif. Akan tetapi, jangan dipikir terlalu berat, ya. Cobalah untuk kelola stres dengan baik supaya dapat terhindar dari penyakit.

4. Hindari Rokok

Menurut penelitian, perokok lebih lebih mudah terinfeksi virus Corona sehingga sangat jelas hubungannya antara rokok dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. Perokok juga lebih mudah terserang penyakit yang melibatkan paru-paru. Oleh karena itu, hindarilah rokok dan paparan rokok untuk menjaga kesehatan tubuh kita dalam kondisi seperti sekarang ini.

5. Istirahat Cukup

Tubuh perlu istirahat yang cukup setelah seharian beraktivitas. Untuk orang dewasa, istirahat atau tidur antara lima sampai sembilan jam setiap harinya sangat diperlukan. Hindari begadang jika memang tidak diperlukan karena sebenarnya begadang tidak baik untuk kesehatan. Dengan tidur yang teratur maka sistem kekebalan tubuh meningkat dan karenanya akan terhindar dari berbagai penyakit.

6. Mengonsumsi Suplemen Multivitamin

Setelah melakukan semua cara di atas, tubuh kita tetap membutuhkan asupan suplemen multivitamin, seperti halnya yang mengandung protein dan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kita bisa mengonsumsi suplemen ini saat sahur guna menyiapkan stamina untuk beraktivitas seharian.

Nah, itulah 6 cara yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem imun tubuh saat menjalani puasa di tengah pandemi Corona. Selalu jaga kesehatan, ya!

Sumber: https://procura.id/blog/category/lifestyle/6-cara-menjaga-sistem-imun-tubuh-saat-puasa-dan-badai-virus-corona/

7 Aplikasi Terbaik untuk Work From Home

Halo, teman-teman JPTEI !

Dalam masa pandemi COVID-19 ini pemerintah menetapkan kebijakan Work From Home yang berarti bahwa pekerjaan dilakukan di rumah, seperti halnya kita sebagai mahasiswa melaksanakan kuliah online(Study From Home). Kedua hal tersebut pada intinya sama. Untuk memudahkan kegiatan saat Work/Study From Home tentunya dibutuhkan aplikasi penunjang yang dapat membantu para pekerja atau karyawan untuk tetap terhubung antara yang satu dengan yang lain dan juga kita agar tetap terhubung dengan teman-teman terutama jika aplikasi tersebut dibutuhkan pada saat kuliah online berlangsung. Berikut ini merupakan rekomendasi beberapa aplikasi yang dapat menunjang kegiatan Work/Study From Home.

1. Google Classroom

Aplikasi ini merupakan inovasi dari Google yang dapat membantu pengajar dengan anak didiknya dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara online sehingga bisa dimanfaatkan ketika berada di rumah. Google Classroom ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat memudahkan penggunanya, misalnya To Do, yaitu fitur untuk memberitahu pengguna mengenai tugas yang harus dikerjakan yang mana juga dilengkapi dengan deadline. Ketika akan join kelas, pengguna harus memasukkan kode kelas yang diberikan oleh pengajar.

2. Zoom

Aplikasi Zoom dapat digunakan untuk menggelar video conference. Aplikasi ini sangat cocok untuk pekerja yang bekerja di sebuah perusahaan karena jumlah maksimal pengguna yang dapat mencapai 1.000 orang. Untuk kegiatan kuliah online sendiri juga ada beberapa dosen yang menggunakan aplikasi ini untuk memberikan materi kepada mahasiswanya. Yang unik dari aplikasi ini adalah kita bisa mengganti background ketika melakukan video conference.

3. Hangouts Meet

Aplikasi ini sangat cocok untuk mengakomodasi sebuah perusahaan dengan skala besar karena aplikasi ini dapat melakukan siaran live streaming hingga 100 ribu penonton. Tak hanya itu, Google Hangouts Meet dapat menampung sekitar 250 orang. Untuk kegiatan kuliah online sendiri juga ada beberapa dosen yang menggunakan aplikasi ini untuk menunjang kegiatan pembelajarannya dengan sistem tatap muka secara online.

4. Discord

Bagi para gamers sudah tidak asing lagi tentunya dengan aplikasi ini. Aplikasi Discord ini dilengkapi dengan fitur pesan teks, panggilan suara, dan juga panggilan video yang dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi secara online. Maka tak heran jika aplikasi ini direkomendasikan untuk kegiatan Work/Study From Home.

5. Microsoft Teams

Aplikasi Microsoft Teams dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti pesan instan, panggilan suara, panggilan video, pengiriman dokumen, dan masih ada juga yang lainnya. Aplikasi ini sangat membantu para karyawan agar tetap terhubung meskipun bekerja secara online.

6. Skype

Konsep aplikasi Skype ini sama dengan aplikasi Zoom yang mana bisa digunakan untuk melakukan video conference dengan banyak orang dengan jumlah maksimal hanya sampai 250 orang saja. Aplikasi Skype dilengkapi dengan fitur-fitur seperti pesan singkat, panggilan video, dan transfer file.

7. Slack

Aplikasi yang cukup terkenal di kalangan freelancer dan sangat menunjang untuk Work From Home terlebih di bidang IT. Aplikasi ini memberikan kemudahan dengan adanya fitur yang terintegrasi dengan Slack, seperti Dropbox, Google Docs, dan sebagainya.

Sumber:

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/tech/trend/amp/reza-mahendra-2/aplikasi-terbaik-untuk-wfh

Tips Menghilangkan Bosan saat “Self Quarantine”

Halo teman-teman JPTEI!

Semakin hari, jumlah pasien yang terkena positif Corona di Indonesia meningkat. Oleh karenanya, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meminimalkan penyebaran virus Corona. Warga dianjurkan untuk tetap berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Presiden Jokowi resmi menghimbau masyarakat Indonesia agar menerapkan social distancing. Bagi para pekerja di beberapa perusahaan juga sudah diminta untuk bekerja dari rumah supaya bisa melakukan self quarantine. Self quarantine merupakan tindakan pencegahan apabila kita pernah berada di kawasan yang diduga terpapar Covid-19 ataupun berinteraksi dengan orang yang mempunyai gejala corona. Karena tindakan preventif ini berlangsung selama pandemi Corona, tentunya membuat sejumlah orang merasakan kebosanan karena hanya bisa beraktivitas di dalam rumah saja. Nah, untuk menghilangkan kebosanan akibat self quarantine, berikut ini ada sedikit tips yang dapat dicoba untuk dilakukan di rumah.

1. Menonton film

Kalian bisa menonton film, nih untuk menghilangkan rasa bosan. Sekarang sudah banyak platform yang menyediakan berbagai genre film yang bisa ditonton online. Bagi yang tidak suka film bisa menonton serial drama di layar televisi, misalnya drama  korea. Jika kalian terbawa suasana, maka rasa bosan pun akan sendirinya hilang.

2. Membersihkan rumah

Cara kedua, yaitu kalian bisa membersihkan rumah mulai dari menghilangkan debu yang menempel pada perabotan, menyapu, hingga menata ulang barang-barang yang berada di rumah. Selain rasa bosan hilang tentunya keadaan rumah juga bersih dan nyaman untuk ditempati.

3. Olahraga ringan

Untuk kalian yang malas gerak, tentunya hal itu tidak baik untuk kesehatan, lho. Supaya terhindar dari penyakit kalian bisa melakukan olahraga ringan dengan melihat video yang ada di media online, seperti Youtube, Instagram, dll. Cara ini bisa mengusir rasa bosan dan membuat tubuh menjadi sehat.

4. Belajar menu masakan baru

Bagi yang suka memasak, cara ini ampuh untuk menghilangkan rasa bosan ketika self quarantine. Kalian bisa bereksperimen membuat masakan dengan menu dan resep yang baru. Kalian dapat berkreasi sesuai keinginan. Selain rasa bosan nanti hilang kalian juga tentunya mendapat ilmu baru dari eksperimen tersebut.

5. Perawatan diri di rumah

Dengan adanya work from home, kalian bisa menyelingi pekerjaan dengan melakukan perawatan. Kalian juga mempunyai lebih banyak waktu untuk merawat diri. Untuk tetap berada di rumah cukup kalian memakai masker wajah atau melakukan creambath di rumah.

Sumber:http://www.hypermart.co.id/blog-post/tips-menghilangkan-bosan-saat-self-quarantine/