Apa Itu Zoombombing?

Halo, teman-teman JPTEI!

Dalam kondisi yang sekarang ini, dengan adanya penerapan kebijakan social-distancing, maka hampir semua kegiatan berubah menjadi online. Sejumlah aplikasi pun menjadi sangat berguna untuk menunjang kebijakan social-distancing, yaitu salah satunya Zoom. Adanya fitur yang ada di aplikasi Zoom, seperti video call yang mudah digunakan menjadikan aplikasi ini ramai digunakan, baik untuk belajar online, maupun untuk meeting urusan pekerjaan.

Dalam laporan yang dimuat Business Insider, dikabarkan hingga Maret 2020, Zoom telah memiliki 200 juta pengguna yang meningkat tajam dari 10 juta pengguna di Desember 2019. Namun, baru-baru ini dikabarkan Zoom mengalami sejumlah kendala dan kelemahan. Sejumlah pihak melaporkan adanya “Zoombombing” atau pembajakan di mana di tengah video call disusupi tamu tak diundang yang kemudian menyebar kata-kata tak senonoh dan atau gambar pornografi. Lho, kok bisa? Simak 7 hal berikut ini yang perlu kita ketahui tentang Zoom dan risiko bahaya Zoombombing yang menyertainya.

1. Apa Itu Zoombombing?

Zoombombing atau pembajakan di mana di tengah video call disusupi tamu tak diundang yang kemudian menyebar kata-kata tak senonoh dan atau gambar pornografi. Mengutip laporan The New York Times, beberapa orang mengalami Zoombombing dan terpaksa membatalkan video conference mereka yang sedang berlangsung. Beberapa pihak lain juga membatalkan kegiatannya karena adanya Zoombombing. Dengan alasan keamanan, dikabarkan Zoom pundilarang digunakan di Jerman dan Taiwan.

2. Kenapa Bisa Terjadi?

Zoombombing” memungkinkan terjadi karena dalam pengaturan Zoom memberi kesempatan pada pesertanya untuk membagi layar mereka tanpa izin dari yang menjadi ‘hostmeeting. Siapa pun yang mempunyai link ke pertemuan tersebut dapat bergabung dan link-link tersebut sangat mudah didapat terlebih lagi jika ada yang membagikannya di media sosial.

3. Bagaimana Agar Tak Dibajak?

Dikutip dari The New York Times, jurubicara Zoom Video Communications dalam pernyataannya, mengungkapkan kekecewaan akan serangan yang dialami banyak orang. Ia menyarankan bagi yang menggelar conference call dalam skala besar, seperti grup meeting, host dapat mengubah pengaturan menjadi hanya mereka yang bisa membagi layar. Sementara, untuk yang melakukan private meeting, dianjurkan untuk melakukan proteksi password di pengaturan dan pengguna terus melakukan proteksi untuk mencegah ‘tamu yang tak diundang’ bergabung. Zoom dikabarkan telah melakukan update aplikasinya sehingga tidak dapat lagi menampilkan ID rapat di bagian atas alar. Hal tersebut diharapkan dapat melindungi peserta rapat agar tidak dibajak di tengah meeting. Ada juga fitur Waiting Room di mana untuk peserta meeting ditentukan oleh host.

4. Persoalan Keamanan dan Privacy

Dalam laporan berbagai media teknologi, Zoom dinilai juga bermasalah dengan keamanan dan penyalahgunaan data pribadi para pengguna akun. Mengutip dari laporan Forbes yang beranjak dari organisasi Consumer Reports, menyebutkan adanya tudingan data pribadi saat pembuatan akun tersebut diberikan ke Facebook dan pihak ketiga dalam hal ini periklanan. Laporan lain juga menyebutkan aplikasi juga mengekspos alamat mail pengguna ke orang lain.

5. Bagaimana dengan Persoalan Data?

Ini juga menjadi kekhawatiran banyak pihak. Beberapa data pribadi yang di-share di dalamnya bisa jadi berisiko, dimiliki atau berpotensi tersebar. Hal tersebut dirasa juga cukup mengganggu. Terlebih lagi, Zoom pun bisa memberi akses terhadap rekaman pengenalan wajah, gestur tubuh, dan aktivitas pengguna kala berpindah ke jendela lain sembari video call berlangsung.

6. Lalu, Bagaimana Menyiasatinya?

Dari berbagai pernyataan dan pertimbangan di atas, maka dianjurkan ketika menggunakan Zoom untuk video call, usahakan kamera dan mikrofon dimatikan saat tidak berbicara. Jika kamera mesti dihidupkan maka dianjurkan punya latar khusus saat melakukan video call, sehingga host tidak bisa melihat seisi rumah. Selain itu, demi privacy lebih aman, saat mendaftarkan diri, buatlah dengan alamat email yang unik khusus untuk aplikasi Zoom guna menghindari kemungkinan penyalahgunaan data.

7. Adakah Aplikasi Alternatif Lain?

Berbagai masalah dan kendala yang dihadapi Zoom saat ini membuat banyak pihak melarang penggunaan Zoom termasuk New York City Departement of Education yang mengalihkan para guru untuk menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Sejumlah orang juga beralih ke aplikasi Google Meet and Hangout untuk kebutuhan video call yang aman tanpa gangguan.

Nah, dari berbagai pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa jika pengguna tetap meragukan keberadaan Zoom, maka dapat beralih ke aplikasi lain yang lebih aman saat digunakan. Hal yang patut dipahami bahwa tidak semua teknologi itu aman. Zoom mestinya terbuka dan meningkatkan keamanannya untuk dapat kembali mendapatkan kepercayaan dari publik.

Sumber: https://www.herworld.co.id/article/2020/4/13509-Hati-hati-Zoombombing-dan-7-Fakta-Seputar-Aplikasi-Zoom

Share Post:

About Author

admin

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *